Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2009

My Vow To You


I know you're going crazy,
I've been there too.
I can see how the weight is making your knees bend,
Let me take some of it from you.
Don't keep yourself closed off,
I am here for you to open up and let go.
There is so much you can't forget or forgive,
Let me help you cope, we can work things out together.
I hear the pain in your voice,
You need me now.
Don't worry, I'll move heaven and hell to get there.
You can't talk, you won't talk about it,
I understand.
Put your worries in my hands.
Lay your head down,
And believe that I will do anything to stop your tears.
You're ready to give up, you've stopped,
I want to be able to give you the strength to keep going.
Link arms with me, Let's move on,
As one living, breathing, loving, being.
Know that you can put faith in me.
I will be your rock, I will be your dwelling,
I am here with you, for you always.


Lanjutkan......

Freeze This Moment


We were sitting on your rooftop
Staring at the skies
The sun was dipping lower
I looked into your eyes
You saw what I was feeling
I know you felt it too
We wanted time to just stand still
Then forever there'd be me and you
Why can't we freeze this moment?
Return to it in time
Stay together through the years
Proclaim I'm yours and you are mine
So let us freeze this moment
Store it safely away
Even if we leave this place
We'll return to it someday

- Jenna Todd -


Lanjutkan......

A Perfect Moment


Beautiful eyes open across a pillow top,
It seems for this moment time will stop,
The earth slows and sounds wane,
A frozen moment without stain.

Your body close to mine,
Our hearts beat in time,
With a smile of simple pleasure,
This moment should last forever.

Some say perfection is unattainable
For most things that's explainable,
But in your arms and with your heart's affection
I have found a brief moment of perfection.

Lanjutkan......

Sabtu, 27 Juni 2009

PUDAR

Tak perna ku mengerti
Segala rasa yang ku miliki
Meski telah ku imbangi
Namun semua terus terjadi
Kisah yang ku alami
Tak perna ku berhenti
Meski kenyataan menghampiri
Mimpi ku selalu menghantui
Langka ku seakan terhenti
Ketika takdir meyakini

Hati ku selalu terbagi
Meski luka menyakiti
Hidup ku seakan mimpi
Yang harus ku jalani
Walau terus membebani
Tak sangup lagi ku hindari
Waktu terus bergulir
Seakan ku tergelincir
Dan tak sempat ku berfikir
Harapan ku seakan pudar
Hingga menghilang
Dalam sela”waktu
Kepastian
Yang tak mungkin ku temui

Lanjutkan......

Kamis, 25 Juni 2009

Hanya Ingin Begini

Dengar mu baik-baik saja
sepoi angin terpa raut ku
angkat resah ku
balut kalbu yang rindu menahun

Tak kan berlanjut
hanya ingin begini


Nikmati mu dari jauh
senyum,
mengharu,
urai air mata,
kadang-kadang

Biar semua terjadi
aku tak peduli

Sampai raga mengurusi ilusi
Sampai ku lihat kau benar-benar pergi
dan tak mungkin ku raih lagi

Sampai aku
tak mau lagi,
begini.

Lanjutkan......

Terjaga Dari Tidur

lelap ku tertidur
berdekap erat dengan mimpi
berdengkur nyanyian lelah
nikmat dalam buaian

terbangun dari tidur
tanpa hempasan
tanpa paksaan
hanya tersadar

usai sudah tidurku
bangkit meraih kesegaran
menetes keringat
setelah berjuang tanpa lawan

terbangun dari tidur
membuka mata
mengerjap mencari dunia
bergerak untuk maju

terbangun dari tidur
menebar salam
memberi makan
aku bersujud

Lanjutkan......

stitik cahaya


Dengarlah angin yang menderu
Dengarlah awan yang berarak
Dengarlah bintang berbisik
Dengarlah bulan bicara

Daun menanti dengan setia
Tanah menanti dengan sabar
Putik bunga menunggu masa
Bilakah sang embun keluar

Segar membasahi daun
Ceria tanah menyambut
Bunga mekar merona
Setitik embun tersenyum

Dahaga terpuaskan
Jiwa tak lagi meronta
Kehidupan menjelma
Setitik cahaya sempurna

Pagi dunia sapa cahaya
Berkilauan mentari tiba
Sambut alam penuh warna
Berpacu dalam nikmat dunia

Raih segala kebaikan
Raih segala kekuatan
Tanya selalu imanmu
Bercerminlah bila kau lupa

Lanjutkan......

सात pertemuan

tak pernah akan di remehkan keberadaan bayang-bayang
yang membisu tapi selalu setia,dan bila gegasku telah sampai
ia pun selalu hanya bertanya,
cara pikirmu adalah memburu semua bayangan
sedang sekelebat hikayat mungkin adalah ribuan cerita
sampai pagi menjadi lelah sebelum masa tunggu
kecuali sayap-sayap burung biru menjatuhkan salam kekuatan
cantik sayap biru si bisu kupu-kupu
menorehkan kenangan tulus tanpa syarat
senyum manis yang di simpan malam paling sunyi
ku putuskan kurindukan diam-diam
yang sebelum bicaranya adalah ajakan jalan-jalan di rindang pertemuan
muasal tegur sapa yang berkelindan dalam suasana, jadi udara senja
untuk pertemuanku denganmu
biar segalanya sederhana
dan kerumitan tertinggal di belakang sejenak,sejenak saja
asal pertemuan ini tulus,ada bagian hidup yang terpuaskan sudah
dan setelahnya : sederhana saja
biarkan semua tetap apa adanya
berubah atau tidak
terserah kita
kita pulang ke masaing-masing
dengan lega
yang langka
namun inilah yang kita cari

Lanjutkan......

Jangan Sapa Aku

jangan sapa aku dengan bahasa ibumu
bila engkau tak dapat memanjakanku
jangan sapa aku dengan bahasa ayahmu
bila engkau belum mampu untuk melindungiku

jangan sapa aku dengan bahasa kakakmu
bila engkau tak mampu jadi kakak untukku
jangan sapa aku dengan bahasa adikmu
bila aku tak boleh membenarkan letak salahmu

jangan sapa aku dengan bahasa gurumu
bila kata nasehatmu belum kau terapkan dalam hidupmu
jangan sapa aku dengan bahasa kekasihmu
bila akhirnya engkau hanya akan menyakitiku

bila kamu mau..sapalah aku dengan bahasa iblismu
cemoohlah aku dengan sesuka hatimu
rendahkanlah harga diriku dimanapun kau mau
tapi ingat balasan dari Tuhanku telah menantimu

Lanjutkan......

Sabtu, 20 Juni 2009

JEJAK KITA DI SINI



apa yang ditaburkan hujan siang itu,
memerangkap kita: lengkung langit dan ingatan
pada kisi-kisi jendela kamar membingkai mendung.

satu-satu kita berjejak di tanah berpasir
kota ini. dan udara mengalirkan kita ke tempat-tempat
yang barangkali kita sendiri tidak sampai.

tidak mustahil toh. selama kita senantiasa
memandang ke atas. selama napas
menjadi doa. selama langkah dan tawa kita.

(angin lepas. menggoda ke batas cakrawala!)

baiklah. kita akan berjejak di sini. kita akan.
akan ada rumah dan halaman rumput
yang merekam derai hujan siang ini.

Lanjutkan......

Jumat, 19 Juni 2009

SAHABAT HATI

Gemuruh malam menghampiri
Menggenang semua yang telah terjadi
Sahabat hati kini telah pergi
Bisa kah engkau mendengar
Rintihan hati ku
Yang memanggil nama mu
Dibalik awan kita berteduh
Merasa kan indahnya dunia
Kau curah kan
Semua keresahan,kebimbangan
Yang ada di hati mu
Pada diri ku ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tapi kini kau menghilang
Entah kemana pergi nya
Membuat hati ku gelisa
Kemana pun engkau pergi
Ku kan selalu merindukan mu
Meskipun kau telah jauh
Ku selalu mengenang mu
Walau hanya dalam mimpi
Ku selalu berharap
Kita kan bertemu




Madioen,Rabu 20 juni 2007

Lanjutkan......

Kamis, 18 Juni 2009

Seandainya

Seandainya kau ada waktu...
Duduklah disini di dekatku
Kita berbincang tentang apapun itu
Mungkin tentang sesuatu
Yang entahlah..aku tak tahu...

Seandainya kau ada waktu...
Biarkan aku
Melepas letih dan keluh
Bersamamu....

Lanjutkan......

Rabu, 17 Juni 2009

Rasa Rindu

Oh,,,,,,,,,,,angina malam
Bawalah ku terbang
Bersama bintang”
Rasa rindu ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Kian lama ku pendam
Dengan penuh harapan
Walau peri ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Dan luka terus mengendap
Akan ku coba tuk bertahan
Hingga ku dapat yang pasti
Akan sebuah arti
Cinta sejati ,,,,,,,,,,,,,,,,,
Yang kan menyatukan kita
Rasa rindu ,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Ku kan terasa indah
Bagaikan purnama
Dikhayangan
Yang selalu menyinari
Keredupan malam
Yang menyekam rasa hati

Lanjutkan......

Perasaan Hati

Indahny malam ku
Dihiasi cahaya bintang
Membawa ku terbang
Bersama mimpi”ku
Ku pegang erat janji mu
Saat kau melangka pergi
Hingga tak mungkin kembali

Ingin ku ulangi semua kenangan
Jalan yang indah telah kita lewati
Dapat kah kita menyatu lagi
Hingga nanti ku genggam hati mu
Tuk menyatukan perasaan
Hingga kisah kita abadi
Sampai nanti kita pergi
Mengakhiri hidup ini
Dinding hati ku yerukir nama mu
Meski kau hanya mimpi
Kau yang perna memberi warna
Dalam perasaan hati
Hingga aku merasakan
Arti cinta sebenarnya
Yang menyelimuti
Setiap langka ku



Madioen,Selasa 01Januari 2008

Lanjutkan......

Tetap Berdiri

Ku tatap indahnya malam
Ku tersenyum tanpa sebab
Angan ku melambung tinggi
Tanpa arah yang pasti
Dipersimpangan jalan aku berdiri
Menanti diri mu kembali
Meski hati ku telah letih
Namun ku tetap berdiri
Berjuta gejolak timbul dihati
Tanpa harus ku akhiri
Harus kah ku kembali
Meski perih menyakiti
Meski hati ku tergores luka
Karna demi cinta pun aku rela
Badai malam menghampiri
Seakan ku ingin berlari
Tinggalkan peri

Lanjutkan......

Senin, 01 Juni 2009

Pengemis

sempat jejakmu terkisah
dalam bayang kaca televisi yang pedar
tapi kemudian kembali samar
dalam detak jarum jam
hilang dalam kebisuan

dijalanan
jejakmu kemudian kembali dilelehkan mentari
kadang dibekukan hujan
payung payung lusuh kala kami berharap ingin berteduh
menjinjing gunung dalam tiap kantong baju
kaupun menjelma menjadi langit teduh
berselimut lembaran uang seribu

jalang memang janji kami
tentang merumahkanmu dalam kelambu lembut
membuat kalian tak lagi takut tergigit nyamuk
tapi kemudian deras banjir membawanya
entah kemana
menggagahi janji bugil tak berbaju

hari ini
kisahmu menjadi tontonan sedih anak anakku
terbaring lunglai menghabiskan waktu


Sahabat

Lanjutkan......

Pelajaran Dunia

Kecantikan bukanlah pelabuhan utama

di mana kita merapatkan layar cinta kita,

jangan terpedaya oleh kuncup bunga begitu saja

tanpa melihat bagaimana akar bunga tersebut berasal.

Dan hanya kepada Allah lah tempat meminta ampunan

dan pelabuhan cinta yang sejati.

Semoga Allah menghindarkan kita dari pandangan yang membutakan

Lanjutkan......

Satu Hari Saja

bila hadirku

mengecewakanmu

aku akan pergi

bila adaku

menyenangkanmu

aku akan di sini

aku hanya ingin menemanimu

hingga malam terlewati

hingga kokok ayam mengusir pergi

hingga dentang jam mengingatkan

telah habis waktuku

untuk bersamamu



karawaci*

Lanjutkan......

Atas Nama Persahabatan

Ketika ku perhatikan foto demi foto....
Ketika rindu menghampiri hari demi hari....
Ketika hadirmu tak membawa sapa....
Ketika nurani tlah terkhianati....

Sang surya masih bersinar seperti biasa....
Hujanpun datang dan pergi...
Tak ada yang berubah di semesta ini...
Selain kita yang terus saling menjauh....
tak ada yang berubah....

Kita seakan tak pernah saling mengenal
Kita seakan tak pernah saling mencinta
Kita larut dalam ego masing-masing
Terdiam dalam selaksa tanya.....

Entah apa penyebab keretakan ini...
Yang jelas kau bilang itu salahku...
"Kau tlah menghianati kepercayaan yang ku berikan"....
Itu katamu padaku

Aku,,,
Hanya dapat katakan...
"Maafkan aku untuk semua kesalahan yang tak pernah aku lakukan"
Atas nama Persahabatan aku katakan...


Bandung 20 /3/09

Lanjutkan......

Misteri Putih

Dari sudut ruang ….

Tatap nanarku hanya putih

Tiba sesosok bayang yang serba putih

Beriring rentak langkah si manis yang juga putih

Sosok itu berucap sendu

bahwa aq juga terlihat putih

dari ujung batas sujudku,

smua indra dan wujud diriku

Si manis pun berujar, pucat itu

adalah selimut ragaku

dia sibuk menorehkan tinta hitamnya

di lembaran yang juga putih

Sekilas pikir sesatku,

apakah ia tuliskan tanggal kematianku

ataukah dia torehkan puisi selamat tinggal bagiku

mungkinkah dia hanya sekedar

melatih jemari lentiknya saja ?

Setelah semua putih itu pergi

berkelebat lagi putih yang lain

layar laptopku pun memutih

menggodaku tuk trus berusaha

menghitamkannya lewat

sesaknya nafasku, jeritku yg tercekik,

aksaraku yang tercincang ,

dan sisa-sisa tangisku yang telah mengkristal

Belum juga usai,

GSM dan flexiku pun ikut memutih

apakah itu bukti setianya pada sang gadis

biar kami sehati dalam satu warna

senada dalam satu nyanyian

satu nadi dalam benaman jarum infus

Pekik tertahanku dalam ruang ini

menggema, membahana ….. meninggalkan eho

di lorong panjang rumah sakit

Tanpa kusadari,

Semua message yang ku kirim berlabuh tidak

pada dermaga yang ku tuju

smua kandas, trbenam di ujung kelopak mataku

yang baru terjaga dari suatu tidur panjang

masih di sudut ruang putih

Sadarkanku,

Ya ALLAH, maafkan aq sbelum

Kau hentikan akhir nyataku ini !

Lanjutkan......